Keunikan Upacara "Ngaben"
Pulau Bali merupakan sebuah pulau yang penduduknya mayoritas beragama Hindu. Penerapan konsep keagamaan yang beragam membuat orang takjub pada setiap pertunjukkan yang ditawarkan. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh agama Hindu dalam proses pengurusan orang yang sudah mati dengan upacara "ngaben". Upacara Ngaben adalah upacara kremasi yang dilakukan oleh umat hindu di Bali dan tergolong sebagai upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Selain itu, upacara ini merupakan ritual yang dipercaya oleh masyarakat Pulau Dewata untuk mengembalikan roh orang yang sudah meninggal kembali ke alam asalnya dengan lebih cepat dibandingkan dengan penguburan biasa lewat tanah. Pelaksanaan upacara ini dimulai dengan istilah Ngulapin, yaitu seseorang memanggil Sang Atma atau roh dari jenazah yang sudah meninggal sampai pada proses pembakaran jenazah dan, terakhir menghanyutkan sisa abu dari pembakaran ke laut.
Sejumlah kesenian rakyat di Bali masih berkembang dengan baik, memberikan pilihan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati hiburan tradisional yang mengangkat budaya lokal, salah satu kesenian rakyat tersebut adalah drama tari Calonarang. Pementasan seni rakyat ini memang cukup populer di kalangan masyarakat, walaupun sekarang di jaman modern ini banyak terdapat berbagai seni hiburan yang berkembang karena pesatnya kemampuan manusia menguasai ilmu teknologi, menjadikan hal-hal yang berbau tradisional terbilang cukup langka, sehingga drama tari seperti pementasan Calonarang ini cukup diminati oleh masyarakat Bali.
Kesenian tradisional yang biasanya mementaskan cerita tentang Calonarang tersebut diantaranya pertunjukan drama gong, arja, joged pingitan, wayang kulit, barong ket dan tari legong Keratopn Sudarsana. Dilihat dari varian pementasan seni tari tersebut baik itu pertunjukan klasik, prembon atau kontemporer tersebut adalah pertunjukan horor dan adegan ilmu kekebalan yang kental membalut kisah yang dipertunjukkan, terkesan unik pada masa kini.
Dengan kepercayaan warga Hindu di Bali tentang keberadaan leak yang merupakan salah satu bentuk dari ilmu Calonarang tersebut, dan merupakan salah satu bentuk kekuatan dari ilmu hitam adalah sebagai penyeimbang dari kekuatan ilmu putih, yang mana dalam filosofi budaya Hindu di Bali percaya dengan Rwa Bhineda yaitu dua buah perbedaan yang selalu hidup berdampingan, ada yang baik – jahat, hitam – putih, plus minus yang nantinya bisa menyeimbangkan kehidupan.
Selain keragaman budaya dan keindahan wisata, kuliner khas Bali juga banyak diminati oleh para wisatawan asing maupun mancanegara, yang salah satunya adalah sate lilit. Makanan ini dibuat dari campuran daging cincang, parutan kelapa, dan bumbu khas Bali atau biasa disebut dengan base genep.
Cara membuatnya sangat mudah, yaitu menghaluskan semua bumbu dengan minyak kelapa menggunakan blender, lalu tumis bumbu dan terasi di dalam wajan hingga harum. Kemudian, blender daging ayam, parutan kelapa, dan bumbu tumisan hingga halus, lalu tuang ke dalam wadah. Setelah itu, Pipihkan adonan menggunakan tangan, lalu lilitkan adonan pada batang serai. Ulangi melilitkan adonan sate ke semua batang serai. Panaskan teflon anti lengkat lalu panggang sate lilit hingga semua sisi sate matang. Selain itu, iris tipis bawang merah, cabai rawit, dan daun jeruk, lalu campur semua irisan bahan di dalam wadah. Juga perlu mengiris tipis batang serai dan terasi lalu tumis di dalam minyak kelapa yang sudah dipanaskan. Angkat dan tuang tumisan serai dan minyak ke dalam semua bahan irisan. Beri sedikit perasan jeruk purut, lalu aduk hingga semua bahan tercampur rata. Koreksi rasa sambal matah dengan garam dan penyedap.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar